Sekolah Tidak Menyenangkan


Kata orang tua saya jaman sekolah adalah jaman paling menyenangkan. Malam itu ayah saya bercerita di ruang tengah tentang indahnya masa SMA nya dulu. “Pokoknya banyak senangnya dech daripada susahnya”, Imbuh ayah dengan bersemangat. Saya cuma mangut-mangut saja mendengarnya karena apa yang saya rasakan kok tidak sama dengan ayah. Mulailah saya mencoba mencerna apa yang diucapkan ayah. Esok pagi saya berangkat ke sekolah dengan semangat karena ingin membuktikan ucapan ayah. Mulailah saya melakukan observasi kecil-kecilan dan bertanya kepada teman-teman. Saya menanyakan apakah sekolah itu menyenangkan? Saya tidak mungkin bertanya ke seluruh teman karena jumlahnya banyak. Sesuai saran guru saya ambil saja beberapa teman sebagai sampel. Akhirnya saya berburu data dengan bertanya kepada teman-teman. Dari 30 teman yang saya tanya, 28 orang menyatakan sekolah tidak menyenangkan dan hanya 2 yang menjawab sebaliknya. Saya tidak kaget dengan hasil itu karena menurut saya sendiri sekolah juga tidak menyenangkan. Hal ini sesuai dengan yang saya baca bahwa Sekolah adalah lembaga pendidikan resmi yang secara sistematis melakukan program bimbingan belajar dalam rangka membantu siswa untuk mengembangkan potensinya. Sekolah merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian siswa dalam cara berpikir, bersikap maupun cara berperilaku untuk mengantarkan siswa ke alam kedewasaan. Namun, di zaman sekarang ini hubungan mendewasakan berganti menggurui dan digurui. Siswa menjadi tong kosong yang bisa diisi sesuka hati pengisinya. Pendidikan hanya sekedar formalitas pengajaran saja. Sekolah tidak lagi menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa. Apakah teman-teman sepakat dengan ucapan itu?
First